Laporan Akhir

 



1. Jurnal [Kembali]

JURNAL PRATIKUM

MODUL 1 : POTENSIOMETER, TAHANAN GESER, DAN 

JEMBATAN WHEATSTONE


NAMA                             : ABDUL AZIZ HIDAYAT

NO.BP.                             : 2510951010

TANGGAL PRATIKUM. : 3 MARET 2026

ASISTEN.                         : -MUHAMMAD NAUFAL LUTFI

                                            - ACHMAD YUSUF


1.  Penentuan Karakteristik Alat Ukur 

Nama Alat

Model

Prinsip Kerja

Ketelitian

Posisi

Alat

Kelas

Isolasi

Jenis

Input

Range

Skala

Faktor

Pengali

Sensivitas

Voltmeter I

2011

Kumparan putar

 

0,5

 

Horizontal

*3 (standar industri)

 

DC

0-300

0-1000

30,100

,300,1000

1000 Ω/V

Amperemeter II

2013

 

Besi putar

 

0,5

 

Horizontal

*3

(standar industry)

 

AC

0-5

0-10

0-20

2,5,10,20

45-65 Hz

2. Variasi Pengukuran Potensiometer dan Tahanan Geser secara Seri

No

R (Ω)

R multimeter (Ω)

R terhitung (Ω)

I total (A)

V total (V)

 

220

229,2

283,3

0,006

1,7

1

500

559

603,3

0,006

3,62

 

1000

975

975

0,006

7,1

 

1000

974

1015,38

0,0026

2,65

2

1500

1500

1526,07

0,0026

3,96

 

2000

2000

2026,92

0,0026

5,27

3. Variasi Pengukuran Potensiometer dan Tahanan Geser secara Parallel

No

R (Ω)

R multimeter (Ω)

R terhitung (Ω)

I setiap resistor (A)

V total (V)

 

220

220,2

235,19

0,052

12,23

1

500

559

509,58

0,024

12,23

 

1000

975

1019,16

0,012

12,23

 

1000

997

989,01

0,018

11,7

2

1500

1512

1462,15

0,008

11,7

 

2000

1987

2052,63

0,0057

11,7

4. Pengukuran Potensiometer Menggunakan Jembatan Wheatstone

 (%)

470

1034

1034

0

2. Prinsip Kerja [Kembali]

1. Mengamati dan memahami simbol serta data dari alat ukur

    a. Ambil alat ukur seperti dibawah ini

  • voltmeter (model 2011)
  • Amperemetter (model 2013)
    b. Amati simbol dan data yanga tertera pada alat ukur tersebut.

    c. Gambarkan dan artikan simbol serta data tersebut dan tuliskan karakteristik alat ukur berdasarkan hasil pengamatan pada tabel 1.

2. Pengukuran Arus dan Tegangan menggunakan potensiometer dan tahanan geser pada rangkaian seri 

    a. Susun rangkaian seperti gambar 1.4

    b. Hubungkan nilai R sebesar 220 Ω, 550 Ω, dan 1 kΩ menggunakan potensiometer dan tahanan geser sesuaikan dengan nilai yang tertera pada jurnal pratikum.

    c. Gunakan DC power supply sebesar 12 V

    d. Hidupkan power supply, ukur nilai resistansi, arus, serta nilai tegangannya.

    e. Ulangi percobaan dengan mengganti nilai R menggunakan potensimeter dan tahanan geser.


Gambar 1.4

 3. Pengukuran Arus dan tegangan menggunakan potensiometer dan tahanan geser pada rangkaian parallel

    a. Susun rangkaian seperti gambar 1.5

    b. Hubungkan nilai R sebesar 220 Ω, 550 Ω, dan 1 kΩ menggunakan potensiometer dan tahanan geser sesuaikan dengan nilai yang tertera pada jurnal pratikum.

    c. Gunakan DC power supply sebesar 12 V

    d. Hidupkan power supply, ukur nilai resistansi, arus, serta nilai tegangannya.

    e. Ulangi percobaan dengan mengganti nilai R menggunakan potensimeter dan tahanan geser.


Gambar 1.5

4. Pengukuran Potensiometer Menggunakan Jembatan Wheatstone

    a. Susun rangkaian seperti gambar 1.6

    b. Hubungkan power supply 5V ke terminal input pada jembatan wheatstone.

    c. Hubungkan Amperemeter pada rangkaian sebesar 0-100 mA.

    d. Hubungkan Voltmeter pada rangkaian dengan multimeter.

    e. Hubungkan R1 sebesar 100Ω dan R3 sebesar 220 Ω pada jembatan wheatstone.

    f. Kemudian hubungkan  masing-masing R2 ke Rv2 dan R4 ke Rv1 pada potensiometer.

    g. Hidupkan power supply ,atur nilai resisitansi pada R4 hinnga nilai tegangan menunjukkan angka 0         pada multimeter.

    h. Catat nilai arus yang tertera pada Amperemeter, kemudian matikan power supply.

    i. Ukur nilai resisitansi R4 dan R2 pada potensiometer menggunakan multimeter kemudian cata nilai          pada tabel 4.


Gambar 1.6


     

    

3. Video Percobaan [Kembali]

      Percobaan Rangkaian seri :



      Percobaan Rangkaian Parallel :




      Percobaan Jembatan Wheatstone :





4. Analisa[Kembali]

1. Analisa karakteristik setiap alat ukur yang digunakan!

    Jawab : Adapun karakteristik setiap alat ukur yang digunakan selama pratikum sebagai berikut :

  • Amperemeter
           Adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur arus listrik dengan cara dirangkai secara seri terhadap rangkaian dengan posisi horizontal. Alat ukur ini memiliki input AC dengan tingkat ketelitian 0,5 dengan prinsip kerja menggunakan besi putar. Kemudian standar isolasi *3 yaitu sesuai standar industri denga range 0-20, 0-10, 0-5, dan faktor pengalinya 30, 20, 10, 5, 2.Dan sensivitas alat ini 45-65 Hz.

  • Voltmeter
            Adalah alat ukur yang digunakan untk mengukur tegangan listrik (beda potensial) dengan cara dirangkai secara parallel terhadap rangkaian dengan posisi horizontal. Alat ukur ini memiliki input DC dengan tingkat ketelitian 0,5 dengan prinsip kerja menggunakan kumparan putar. Kemudian standar isolasinya *3 dengan range 0-300, 0-1000, dengan faktor pengali 1000,300,100. Dan sesivitas alat ini 1000 Ω/ V.

  •  Multimeter
            Gabungan alat ukur Voltmeter dan Amperemeter, dan ohm meter yang sudah digital.

2. Analisa perbandingan variasi hambatan terhadap nilai arus dan tegangan menggunakan tahanan geser dan potensiometer pada rangkaian seri!

Jawab : Pada rangkaian seri, nilia arus pada setiap komponen adalah sama (Is = I1 = I2=...= In).Namun nilai tegangan pada setiap komponen berbeda (vs = v1+v2+v3+..+vn) dan berdasarkan hukum ohm (V = IR) karena nilai arus yang sama setiap komponen, akibatnya variasi tegangan ditentukan oleh seberapa besar nilai R yang divariasikan, yang dalam hal ini ditentukan oleh variasi potensiometer dan tahanan geser sebagai tahanan tegangan.

3. Analisa perbandingan variasi arus dan egangan menggunkana potensiometer dan tahanan gesr pada rangkaian parallel!

Jawab : Pada rangkaian parallel,nilai tegangan pada setiap komponen adalah sama (Vs =V1=V2=V3=...=Vn). Namun nilai arus pada setiap komponen berbeda (Is +I1+I2+I3+...+In).Dan pada rangkaian ini nilai (1/Req = 1/R1+1/R2+1/R3+...1/Rn).Dan jika dibandingkan dengan rangkaian seri, nilai resistansinya lebih kecil dari rangkaian seri.Kemudian besarnya arus pada masing-masing resistor ditentukan oleh variasi potensiometer dan tahanan geser sebagai tahanan arus.

4. Analisa nilai  persen R pengukuran potensiometer menggunakan jembatan wheatstone!

Jawab : Adapun besar nilai %R secara matematis sebagai berikut :

            

             Dimana :

                  : Nilai resistansi yang diperoleh dari pengukuran potensiometer.

                 : Nilai resistansi yang diperoleh dari perhitungan yang didasarkan pada teori.

                Pada pratikum didapatkan   = 1034 Ω dan     = 1034 Ω, sehingga 

 = 0%

               Akibatnya nilai   sesuai dengan nilai teori  ( ).


5. Download File[Kembali]

Download Laporan Akhir [klik disini]

Download video percobaan seri [klik disini]

download video percobaan parallel [klik disini]


Komentar