Fig. 12.15, Fig. 12.16, Fig. 12.17
Penguat
kelas B merupakan salah satu jenis penguat daya yang banyak digunakan dalam
aplikasi audio dan komunikasi karena efisiensinya yang relatif tinggi
dibandingkan kelas A. Dalam penguat kelas B, masing-masing perangkat aktif
(biasanya transistor) hanya bekerja selama setengah siklus dari bentuk
gelombang input. Hal ini membuat penguat ini lebih hemat daya karena tidak ada
arus statis yang besar mengalir saat tidak ada sinyal.
Namun,
untuk menghasilkan sinyal keluaran yang utuh dari sinyal input AC, diperlukan
dua perangkat aktif yang bekerja secara bergantian. Oleh karena itu, digunakan
konfigurasi push–pull, di mana dua transistor menguatkan
masing-masing setengah siklus dari sinyal input (positif dan negatif), lalu
digabung kembali pada beban untuk menghasilkan sinyal penuh. Agar ini dapat
dilakukan dengan benar, sinyal input harus dibagi menjadi dua sinyal yang
berlawanan fasa (fase terbalik), yang dapat dicapai menggunakan transformator
atau rangkaian pemisah fasa (phase splitter).
- Memahami
prinsip kerja penguat daya kelas B.
- Menjelaskan
konsep dasar konfigurasi push–pull dalam rangkaian penguat.
- Mengidentifikasi
fungsi transformator center-tap dalam membagi dan menggabungkan
sinyal fasa.
- Menganalisis
aliran arus dan sinyal dalam rangkaian push–pull amplifier.
A. ALAT
1.Proteus
Proteus adalah software simulasi dan desain rangkaian elektronik yang digunakan untuk membuat, menguji, dan memvisualisasikan rangkaian.
B. BAHAN
1. Voltmeter
Alat ukur untuk mengukur besar Tegangan dalam satuan Volt
Spesifikasi
2. DC Voltage
Komponen yang menyediakan tegangan tetap antara dua terminal: terminal positif (+) dan terminal negatif (–). Sumber ini digunakan untuk memberikan energi listrik ke rangkaian, dan nilainya bisa berupa tegangan tetap (seperti baterai 5V atau 12V) atau variabel, tergantung konfigurasi rangkaian.
3. Ground
Ground adalah titik kembalinya arus searah atau titik kembalinya sinyal bolak balik atau titik patokan dari berbagai titik tegangan dan sinyal listrik dalam rangkaian elektronika.
4. Resistor
Resistor adalah komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk menghambat dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian elektronika. Satuan nilai Resistor atau Hambatan adalah Ohm.Spesifikasi dari Resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat dihantarkan. Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, derau listrik (noise), dan induktansi. Resistor dapat diintegrasikan ke dalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit cetak, bahkan sirkuit terpadu.
Spesifikasi
5. Kapasitor
Kapasitor adalah komponen elektronik yang berfungsi untuk menyimpan energi dalam bentuk muatan listrik. Kapasitor terdiri dari dua konduktor (biasanya berupa pelat logam) yang dipisahkan oleh bahan isolator yang disebut dielektrik. Ketika tegangan diterapkan pada kapasitor, muatan listrik akan terakumulasi pada pelat-pelat konduktor, sehingga menciptakan medan listrik di antara keduanya.
Spesifikasi
:
6.Transformator
komponen trafo yang digunakan
untuk mensimulasikan proses perubahan tegangan listrik dalam sebuah rangkaian
elektronik.
7.Transistors.
transistor adalah komponen elektronik yang berfungsi sebagai penguat sinyal, saklar, atau pengatur arus dalam rangkaian listrik. Transistor terbuat dari bahan semikonduktor, biasanya silikon, dan memiliki tiga terminal: emitter (E), base (B), dan collector (C). Ada dua jenis utama transistor, yaitu transistor bipolar (BJT) dan transistor efek medan (FET).
Spesifikasi
:
Transistor 1 (2N2222):
Transistor 2(2N2907):
Pin
:
- Collector
(C) → Tempat arus masuk (NPN) atau keluar (PNP) dari beban.
- Base
(B) → Terminal kontrol, digunakan untuk mengatur hidup/matinya arus.
- Emitter
(E) → Tempat arus keluar (NPN) atau masuk (PNP), menuju ground atau
suplai.
1.
Resistor
Resistor merupakan salah satu komponen elektronika pasif yang
berfungsi untuk membatasi arus yang mengalir pada suatu rangkaian dan berfungsi
sebagai terminal antara dua komponen elektronika. Tegangan pada suatu resistor
sebanding dengan arus yang melewatinya (V=I R).
Simbol
:
Cara
menghitung nilai resistansi resistor dengan gelang warna:
- Masukkan
angka langsung dari kode warna gelang pertama
- Masukkan
angka langsung dari kode warna gelang kedua
- Masukkan
angka langsung dari kode warna gelang ketiga
- Masukkan
jumlah nol dari kode warna gelang ke-4 atau pangkatkan angka tersebut
dengan 10(10^n)
Rumus
:
B.
Kapasitor
Adapun rangkaian HPF +40dB/dec adalah seperti pada rangkaian
dibawah. Dari rangkaian terlihat bahwa sinyal input diserikan dengan kapasitor
C, sehingga sinyal input yang berfrekuensi diatas frekuensi cut-off akan
dilewatkan dan sebaliknya dibawah frekuensi cut-off akan diredam atau
dilemahkan. Pelemahan terjadi karena reaktansi XC akan semakin besar apabila
frekuensi semakin kecil seperti hubungan berikut.
Simbol
:
Cara
menghitung nilai kapasitor :
- Masukan
2 angka pertama langsung untuk nilai kapasitor.
- Angka
ke-3 berfungsi sebagai perpangkatan (10^n) nilai kapasitor.
- Satuan
kapasitor dalam piko farad.
- Huruf
terakhir menyatakan nilai toleransi dari kapasitor.
Nilai kapasitor (104J) : 10 * 10^4 pF = 10^5 pF = 100nF; toleransi 5% =
± 95nF sampai 105nF
Kapasitor
adalah komponen elektronika pasif yang dapat menyimpan muatan listrik dalam
waktu sementara.
Daftar
nilai toleransi kapasitor :
- B
= 0.10pF
- C
= 0.25pF
- D
= 0.5pF
- E
= 0.5%
- F
= 1%
- G
= 2%
- H
= 3%
- J
= 5%
- K
= 10%
- M
= 20%
- Z
= + 80% dan -20%
Rumus
kapasitor
C.
Transistor
Transistor adalah sebuah komponen di dalam elektronika yang
diciptakan dari bahan-bahan semikonduktor dan memiliki tiga buah kaki.
Masing-masing kaki disebut sebagai basis, kolektor, dan emitor.
- Emitor
(E) memiliki fungsi untuk menghasilkan elektron atau muatan negatif.
- Kolektor
(C) berperan sebagai saluran bagi muatan negatif untuk keluar dari dalam
transistor.
- Basis
(B) berguna untuk mengatur arah gerak muatan negatif yang keluar dari
transistor melalui kolektor.
Transistor
Bipolar terdiri dari dua jenis yaitu Transistor NPN dan Transistor PNP.
- Transistor
NPN adalah transistor bipolar yang menggunakan arus listrik kecil dan
tegangan positif pada terminal Basis untuk mengendalikan aliran arus dan
tegangan yang lebih besar dari Kolektor ke Emitor.
- Transistor
PNP adalah transistor bipolar yang menggunakan arus listrik kecil dan
tegangan negatif pada terminal Basis untuk mengendalikan aliran arus dan
tegangan yang lebih besar dari Emitor ke Kolektor.
Rumus
:
Konfigurasi
transistor bipolar :
Cara
mengukur transistor bipolar
Karakteristik
input
Transistor adalah komponen aktif yang menggunakan aliran electron
sebagai prinsip kerjanya didalam bahan. Sebuah transistor memiliki tiga daerah
doped yaitu daerah emitter, daerah basis dan daerah disebut kolektor.
Transistor ada dua jenis yaitu NPN dan PNP. Transistor memiliki dua sambungan:
satu antara emitter dan basis, dan yang lain antara kolektor dan basis. Karena
itu, sebuah transistor seperti dua buah dioda yang saling bertolak belakang
yaitu dioda emitter-basis, atau disingkat dengan emitter dioda dan dioda
kolektor-basis, atau disingkat dengan dioda kolektor.
Bagian
emitter-basis dari transistor merupakan dioda, maka apabila dioda emitter-basis
dibias maju maka kita mengharapkan akan melihat grafik arus terhadap tegangan
dioda biasa. Saat tegangan dioda emitter-basis lebih kecil dari potensial
barriernya, maka arus basis (Ib) akan kecil. Ketika tegangan dioda melebihi
potensial barriernya, arus basis (Ib) akan naik secara cepat.
Karakteristik
output
Sebuah transistor memiliki empat daerah operasi yang berbeda yaitu
daerah aktif, daerah saturasi, daerah cutoff, dan daerah breakdown. Jika
transistor digunakan sebagai penguat, transistor bekerja pada daerah aktif.
Jika transistor digunakan pada rangkaian digital, transistor biasanya
beroperasi pada daerah saturasi dan cutoff. Daerah breakdown biasanya dihindari
karena resiko transistor menjadi hancur terlalu besar.
Gelombang
I/O Transistor
Push-pull
circuit adalah konfigurasi rangkaian elektronika yang menggunakan dua elemen
aktif (seperti transistor) untuk bekerja secara bergantian,
masing-masing menangani satu setengah siklus dari sinyal input AC:
- “Push”: satu transistor mengalirkan
arus ke beban saat setengah siklus pertama (biasanya positif).
- “Pull”: transistor lainnya menarik
arus dari beban ke ground saat setengah siklus berikutnya (biasanya
negatif).
- Rangkaian
Dasar:
- Terdiri
dari dua transistor komplementer (misalnya NPN dan PNP untuk BJT).
- Sinyal
input AC diberikan ke basis kedua transistor melalui pembagi sinyal
(biasanya transformer center-tap atau driver tahap awal).
- Output
diambil dari titik gabungan kolektor-emitor transistor ke beban.
2.Siklus Positif (Half-Cycle):
- Transistor
atas (misalnya NPN) aktif.
- Mengalirkan
arus dari suplai (+Vcc) ke beban.
- Transistor
bawah (PNP) nonaktif.
3.Siklus Negatif (Half-Cycle):
- Transistor
bawah (PNP) aktif.
- Menarik
arus dari beban ke ground.
- Transistor
atas (NPN) nonaktif.
4.Hasil Akhir:
- Beban
menerima sinyal penuh (positif dan negatif) dari dua transistor yang
bekerja bergantian.
- Daya
disuplai hanya saat ada sinyal input
Class
B amplifier merupakan jenis penguat daya yang menggunakan dua transistor yang
bekerja secara bergantian (push-pull). Masing-masing transistor hanya
menguatkan setengah siklus dari sinyal input (positif atau negatif). Keunggulan
Class B adalah efisiensi daya yang lebih tinggi dibandingkan Class A (~78.5%),
tetapi memiliki kekurangan berupa distorsi crossover akibat perpindahan antara
transistor. Biasanya digunakan dalam aplikasi audio dan pemancar RF.Push-pull
circuit adalah konfigurasi utama pada amplifier kelas B, di mana dua transistor
(biasanya tipe NPN dan PNP) bekerja secara bergantian: satu transistor
menguatkan sinyal setengah siklus positif, dan yang lainnya setengah siklus
negatif. Konfigurasi ini mengurangi pemborosan daya (lebih efisien dari Class
A) dan mampu menghasilkan daya output yang lebih besar. Namun, kekurangan
utamanya adalah distorsi crossover yang muncul di sekitar titik nol
sinyal karena kedua transistor tidak aktif bersamaan. Push-pull banyak
digunakan dalam penguat audio, daya tinggi, dan aplikasi speaker.
Push-pull circuit adalah konfigurasi utama dalam amplifier kelas B yang menggunakan dua transistor (biasanya NPN dan PNP) untuk menguatkan sinyal secara bergantian. Satu transistor aktif untuk setengah siklus positif sinyal, sedangkan yang lain aktif untuk setengah siklus negatif. Konfigurasi ini meningkatkan efisiensi (hingga 78.5%) dan cocok untuk aplikasi audio dan penguat daya. Namun, karena tidak ada arus basis di sekitar titik nol, dapat terjadi distorsi crossover yang menyebabkan sinyal output tidak mulus. Distorsi ini dapat dikurangi dengan memberi sedikit bias ke transistor (konversi ke kelas AB).
1.Jika
sebuah amplifier push-pull kelas B yang dirancang untuk beban 8 Ω tiba-tiba
dihubungkan ke speaker 4 Ω, apa yang akan terjadi terhadap arus output, daya
yang dihantarkan, dan kinerja termal transistor? Jelaskan dampaknya terhadap
kestabilan sistem. Jawaban:
-Arus
output akan
meningkat karena I , dan R menurun. -Daya output ke beban
meningkat karena
, namun bisa melebihi batas rancangan. -Transistor
akan bekerja lebih keras dan mengalami peningkatan dissipasi daya →
berisiko overheating. -Sistem bisa menjadi tidak stabil atau
transistor mengalami kerusakan permanen jika tidak dilengkapi sistem
pendinginan atau proteksi.
2.Jika
dalam suatu rangkaian push-pull kelas B, transistor Q1 bertugas untuk siklus
positif dan Q2 untuk siklus negatif, namun sinyal output menunjukkan adanya
kliping hanya pada bagian positif sinyal, apa yang mungkin terjadi? Analisis
kemungkinan kerusakan, efek terhadap sinyal output, dan bagaimana solusi
perbaikannya.
Jawaban:
-Kemungkinan
kerusakan: Q1
(transistor siklus positif) mengalami kegagalan (rusak atau tidak bias dengan
benar).
-Efek
sinyal output:
Hanya setengah siklus negatif yang muncul → output mengalami kliping
pada setengah siklus positif → menghasilkan distorsi berat.
-Solusi: Cek biasing Q1, pastikan tegangan
Vbe-nya tepat (~0.6–0.7 V untuk BJT), atau ganti transistor jika rusak.
3.Jika
amplifier push-pull kelas B yang didesain untuk beban 8 Ω dihubungkan ke
speaker 2 Ω, bagaimana pengaruhnya terhadap: (a) arus output, (b) efisiensi
termal, dan (c) risiko terhadap transistor? Jelaskan secara kuantitatif dan
kualitatif. Jawaban:
(a)
Arus output meningkat drastis → , dengan R turun → arus naik 4 kali jika tegangan
tetap.
(b)
Efisiensi menurun, karena lebih banyak daya hilang dalam bentuk panas
pada transistor, terutama jika tidak didesain untuk arus tinggi.
(c) Risiko kerusakan meningkat: arus kolektor bisa melampaui batas transistor → overheat → thermal runaway → kerusakan permanen.
A. Example
1.Diketahui:
Rangkaian push-pull dengan pasang Darlington NPN dan PNP digunakan untuk
menguatkan sinyal audio sinusoidal.
Parameter:
- V<sub>CC1</sub>
= +20 V, V<sub>CC2</sub> = –20 V
- R<sub>E</sub>
(masing-masing) = 1 Ω
- Beban
speaker = 8 Ω
- Output
sinusoidal dengan puncak ±12 V
Pertanyaan:
a) Hitung arus puncak yang mengalir ke beban. b) Hitung daya rata-rata yang
diterima oleh speaker. c) Hitung disipasi daya pada masing-masing transistor
Darlington saat sinyal output mencapai puncaknya. Jawab;
a)
Hitung arus puncak yang mengalir ke beban.
Tegangan
output puncak = 12 V Beban = 8 Ω
b)
c)
Tegangan
kolektor-emitor:
Maka
daya yang hilang di transistor atas:
transistor
bawah akan mengalami kondisi serupa saat output = –12 V
2.Hitung
daya input maksimum, daya output maksimum, tegangan output untuk operasi daya
maksimum, dan daya yang didisipasi transistor output.
Jawab:
-Daya
input maksimum (DC):
-
Daya output maksimum (AC):
Po(ac)=VCC22RL=(25)22⋅4=78.125 W
-Efisiensi
maksimum:
-
Untuk mencapai daya output maksimum, tegangan output puncak harus sebesar:
-Maka,
daya yang didisipasi oleh transistor output (dua transistor):
3.Tentukan
daya maksimum yang didisipasi oleh transistor output dan tegangan input saat
kondisi ini terjadi.
Jawab:
-Daya
maksimum yang didisipasi oleh kedua transistor output:
-Daya
maksimum ini terjadi saat:
B. Soal Pilihan Ganda
1.Dalam
konfigurasi push-pull amplifier kelas B, manakah pernyataan yang paling
tepat?
A.
Kedua transistor bekerja dalam mode saturasi penuh sepanjang siklus B.
Transistor aktif hanya saat sinyal melebihi tegangan ambang tertentu C.
Distorsi crossover hanya terjadi saat sinyal berfrekuensi tinggi D. Arus output
mengalir bolak-balik antara dua transistor bergantian
Jawaban: B, D
2.Jika
amplifier push-pull kelas B menghasilkan distorsi crossover, solusi yang paling
praktis adalah:
A.
Menambahkan kapasitor di kolektor
B. Mengatur suhu kerja transistor
C. Memberikan tegangan bias kecil ke basis
D. Mengganti transistor dengan jenis MOSFET
Jawaban: C
3.Keunggulan
konfigurasi push-pull dibanding konfigurasi single-ended dalam amplifier daya
adalah:
A.
Dapat menghilangkan komponen harmonik genap
B. Memungkinkan efisiensi di atas 90% tanpa distorsi
C. Menghasilkan output simetris dengan penggunaan daya lebih efisien
D. Menghilangkan kebutuhan catu daya ganda
Jawaban: A, C
A.
Prosedur
1)
Rangkaian 12.15
- Buka
aplikasi proteus.
- Pilih
komponen yang diperlukan dalam rangkaian, seperti kapasitor,
resistor, transistor dan lain-lain.
- Susunlah
komponen seperti pada gambar rangkaian 12.15 lalu hubungkan tiap komponen
menggunakan wire (kabel).
- Jalankan
simulasi dan amati nilai tegangan input dan output yang terukur.
2) Rangkaian 12.16
- Buka
aplikasi proteus.
- Pilih
komponen yang diperlukan dalam rangkaian, seperti kapasitor,
resistor, transistor, dan lain-lain.
- Susunlah
komponen seperti pada gambar rangkaian 12.16 lalu hubungkan tiap komponen
menggunakan wire (kabel).
- Jalankan simulasi dan amati nilai tegangan input dan output yang terukur
2) Rangkaian 12.17
- Buka aplikasi proteus.
- Pilih komponen yang diperlukan dalam rangkaian, seperti kapasitor, resistor, transistor, dan lain-lain.
- Susunlah komponen seperti pada gambar rangkaian 12.17 lalu hubungkan tiap komponen menggunakan wire (kabel).
- Jalankan simulasi dan amati nilai tegangan input dan output yang terukur
B. Simulasi
1. Rangkaian Fig 12.15
A. Download Rangkaian
Download rangkaian Fig 12.15 (klik disini)
Download rangkaian Fig 12.16 (klik disini)
Komentar
Posting Komentar